Kamis, 31 Januari 2013

Pengasuh ooh Pengasuh

Sebagai momi bekerja, saya sangat membutuhkan pengasuh untuk Daffa.. saya tekankan sangat sangat sangat..!! kenapa?? bukannya saya manja atau tidak mau repot, tapi lebih karena: saya-seorang-ibu-bekerja-menjalani-pernikahan-jarak-jauh-tidak-punya-sanak-saudara-di-Jember.

Pfyuuhh... sepertinya alasan saya sudah cukup jelas ya, hehe ;)

Dan mencari pengasuh yang klop di hati ternyata memang bukan perkara yang mudah. Sungguh! saya sudah mengalaminya.. ibaratnya; mencari pengasuh yang klop jauh lebih sulit daripada mencari jodoh #mulaiLebay :p

Oke, lika - liku mencari pengasuh untuk Daffa dimulai sejak Daffa belum dilahirkan. Saya melahirkan Daffa di Solo dan menghabiskan cuti melahirkan di sana, tepatnya selama dua bulan setelah melahirkan.. Sampai cuti saya habis pun saya belum juga menemukan pengasuh untuk Daffa. Dengan berat hati, akhirnya Daffa saya titipkan di Uti'nya sampai saya mendapatkan pengasuh untuknya.

Daffa di Solo sampai berusia 3,5 bulan atau sekitar 1,5 bulan berpisah jarak dan selama itu pula saya setiap minggu pulang ke Solo sambil membawa ASIP. Perjuangan yang saya anggap waktu itu cukup menantang! :D Baru kemudian saya sadari bahwa mencari pengasuh yang tepat untuk Daffa jauh lebih menantang!! :p :p

Pengasuh part #1
Saya mendapatkan pengasuh Daffa berdasarkan info dari tetangga yang dulu menggunakan jasanya untuk merawat kedua anaknya. Setelah melalui proses pikir - pikir yang panjang akhirnya saya menerima pengasuh tersebut.  Saya datangi ke rumahnya dan menjelaskan semua yang harus dilakukan. Pengasuh ini tinggalnya dekat dengan kompleks saya, jadi dia tidak menginap melainkan datang pagi pulang sore.
Pengasuh ini bertahan selama dua minggu, setelah itu saya berhenti menggunakan jasanya. Sepertinya waktu yang cukup singkat ya, tapi terus terang saya tidak sreg dengan caranya mengasuh Daffa. Kenapa? Karena  saat saya bekerja, Daffa terus menerus diberi ASIP agar tidak menangis, jadi berapapun saya menyiapkan ASIP selalu saja habis tak bersisa sore harinya padahal saya tahu Daffa tidak minum sebanyak itu, saya memang selalu memberikan semacam spare untuk berjaga - jaga. Akibatnya, Daffa sering gumoh dan muntah - muntah karena kebanyakan ASI -_-!
Alasan yang lain? masa cuma satu alasan? ah rasanya terlalu banyak dan tidak etis untuk di ungkap di sini, hehehe :D :D

(dua calon) Pengasuh part #2
Kenapa saya menyebut calon, karena kedua calon pengasuh ini tidak jadi mengasuh Daffa padahal sudah menyanggupi untuk bekerja mengasuh Daffa.. 
Calon pengasuh yang pertama tidak jadi datang karena alasan klasik,, ternyata kami tertipu, hahaii.. jadi ceritanya kami dicarikan oleh pembantu sebelah rumah yang menyatakan bahwa ada tetangganya yang mencari pekerjaan dan ingin bekerja sebagai pengasuh Daffa. Setelah bla bla bla, akhirnya kami datangi ke rumahnya yang terpencil sekaligus mengantarkan pulang si pembantu sebelah rumah yang katanya mau liburan.. Ternyata sampai pada hari yang dijanjikan kok ya tidak kunjung datang.. Parahnya, pembantu sebelah rumah juga tidak balik dan malah membawa kabur uang majikannya #ealaahh..
Calon pengasuh kedua; dicarikan oleh atasan saya. Sudah bertemu, sudah deal dan ternyata juga tidak datang pada hari yang dijanjikan tanpa alasan. :p


Pengasuh part#3
Sebenarnya untuk dikatakan sebagai pengasuh rasanya kurang tepat, karena pada kenyataannya Daffa saya titipkan di tempat penitipan bayi. Walopun saya cukup telat untuk mengetahuinya tapi saya merasa cukup beruntung ada fasilitas seperti ini di Jember. Jadi sebelum menemukan pengasuh, sementara Daffa saya titipkan di sini.
Nama tempatnya Margi Rahayu dan ironisnya adalah di klinik ini pulalah saya dulunya selalu bikin appointment dengan dr. Endang untuk cek kehamilan setiap bulannya. #ealaahh #telat
Jujur saya merasa tenang menitipkan Daffa di sini, semuanya terjamin, pengasuhnya profesional, Daffa pun sepertinya juga enjoy.
Hanya saja......
Ada beberapa kerepotan yang mengganggu seperti:
  • Saya harus bangun pagi - pagi buta untuk menyiapkan semua keperluan Daffa dan keperluan saya sendiri.. yang merepotkan adalah kalau Daffa pas tidak mau ditinggal dan pengen ditemani main - main, jadi kadang saat mandi pun saya tidak menutup pintu kamar mandi agar Daffa tidak merasa ditinggal #ups :p..
  • Saya bisa dipastikan selalu telat datang ke kantor karena tempat penitipan Daffa dan kantor saya beda arah! dan faktanya adalah tempat penitipan ini baru buka jam 8 pagi sedangkan kantor saya sudah beroperasi jam 7 pagi. Tapi syukurlah atasan saya mengerti dan Alhamdulillah juga jam kantor saya cukup fleksibel :)
  • Kalau pada saat mengantar atau menjemput Daffa kemudian turun hujan juga mumet! apalagi kalau pas telpon taksi dan semua armada full..!
  • Pada saat salah satu bayi sakit flu maka bisa dipastikan akan menular ke bayi yang lain, termasuk Daffa juga ketularan -_-!
  • Dan, mengasuh Daffa selama weekend itu ternyata melelahkan, jendral! :D Tadinya saya semangat 45 mengasuh Daffa hari Sabtu dan Minggu, sendirian... Penitipan tersebut libur di hari libur (tanggal merah) tetapi sebenarnya masih tetap buka di hari Sabtu, tapi saat itu saya berniat menghabiskan quality time with Daffa..  dan ternyata saya malah tidak bisa bergerak! tidak bisa belanja, tidak bisa beberes rumah, tidak bisa ngapa-ngapain selain bermain dengan Daffa dan akhirnya di minggu pertama saya tumbang!  maag saya kambuh dan saya ijin sakit hari Senin esoknya :D :D akhirnya sebagai win - win solution setiap hari Sabtu saya tetap menitipkan Daffa agar bisa bergerak lebih leluasa :p
  • Dan jujur.... saya merasa exhausted... Karena benar - benar melakukan semuanya sendirian,, di satu sisi saya bekerja full time dari pagi sampai sore (bahkan kadang saya melanjutkan bekerja di malam hari jika deadline sudah di depan mata), setelah sampai rumah langsung berubah wujud menjadi ibu rumah tangga dengan segala pekerjaan rumah.. Saya merasa keteteran dan blingsatan mencari sandaran :D :D
Akhirnya saya menyerah....
Saya bertahan selama tiga minggu dalam proses titip menitip Daffa.. memang, saya merasa lebih secure tapi rupanya hal tersebut tidak cocok diterapkan untuk momi macam saya, -yang juga bekerja-sekaligus mengasuh anak-sendiri di rantau-jarak jauh dengan suami- alasan.. selama ini saya lebih seperti "single parent" karena suami berdomisili di kota lain, tepatnya di Semarang jadi tidak bisa ikut berbagi tugas dalam mengasuh Daffa.. Ayah Daffa kebagian bermain dengan Daffa hanya dua minggu sekali dan hari itu benar - benar saya manfaatkan untuk leha - leha :p 

Pengasuh part #4
Pengasuh ini adalah yang sekarang mengasuh Daffa.. syukur Alhamdulillah doa saya di dengar Tuhan :)
Saya memang mencari pengasuh yang All in, prioritas utama memang mengasuh Daffa tetapi juga sekaligus membantu saya mengerjakan pekerjaan domesti rumah tangga dan syukurlah pengasuh yang sekarang ini sigap dan tanggap! Saya tidak perlu memberi tahu macam - macam sudah mengerti apa yang harus dilakukan dan kalaupun diberi tahu juga cepat mengerti. Dia memang tidak menginap melainkan datang pagi pulang sore  karena masih memiliki keluarga tetapi amat sangat membantu saya dalam hal mengasuh Daffa dan membereskan pekerjaan domestik rumah saya yang kacau balau #ups
Nilai plus yang lain adalah dia cukup sayang dengan Daffa, kalau dalam bahasa jawanya "ngemong" :)
Sekarang berdoanya adalah; semoga pengasuh yang sekarang ini betah! ^^

Pfyuh, jadi bagaimana mom? apakah diantara mommies ada yang mengalami seperti saya? atau lempeng - lempeng saja saat mencari pengasuh untuk buah hatinya? bersyukurlah untuk yang tidak perlu mengalami hal ribet macam ini, hoho ^^


Selasa, 29 Januari 2013

Penemuan Terbaik Untuk Mommies (pada kasus saya) ^^

Menurut saya, ada dua penemuan yang amat sangat berguna bagi saya sebagai momi baru. Pertama adalah diapers dan yang kedua adalah breast pump!!
Sungguh, dengan adanya dua barang tersebut saya amat sangat merasa terbantu menjalani hari - hari sebagai momi..

Dengan diapers, saya tidak perlu bolak balik mengganti celana Daffa yang diompoli berkali - kali.. cukup beberapa kali ganti pada saat diapersnya sudah penuh ompol atau pup :)
Di minggu - minggu awal melahirkan, saya hanya menggunakan diapers saat malam saja, sedangkan di siang hari Daffa saya beri popok atau celana kain.. salah satu alasannya adalah agar kulit Daffa bisa bernafas! "masa pake diapers terus", pikir saya saat itu.. lagipula beberapa tetua juga tidak menyarankan untuk menggunakan diapers, katanya sih kasihan Daffa nanti bisa iritasi kulitnya..

Tapi kemudian setelah saya perhatikan beberapa kali, Daffa ini tipe bayi yang gampang risih. Jadi kalo celananya sudah diompoli tuh pasti langsung ribut minta ganti entah saat itu dia sedang menyusu, sedang tidur, sedang main atau beraktivitas lain.. repotnya adalah saat Daffa baru saja bisa tidur setelah beberapa jam terjaga eeh tau - tau setengah jam kemudian ngompol.. sudah! pasti terbangun dan minta ganti celana baru dan nggak bakalan mau melanjutkan tidur lagi, -_-!! padahal durasi tidurnya biasanya sekitar dua jam..

Setelah Daffa saya beri diapers baru kemudian saya menyadari bahwa diapun merasa lebih enjoy, dalam artian sama sekali tidak terganggu dengan pipisnya.. saat dia tidur nyenyak dan kemudian pipis, tetap aja melanjutkan tidurnya.. saat dia menyusu dan kemudian pipis ya tetep aja lanjut menyusu dan tidak protes minta ganti celana karena diapers kan sifatnya yang menyerap dan tetap kering :)
Syukurlah kalau ternyata Daffa enjoy, karena sayapun juga tidak capek ikut enjoy karena tidak harus bolak - balik mengganti celananya yang kotor.

Dan mengenai diapers, terus terang saya tidak menggunakan cloth diapers (clodi) yang sekarang sedang marak di pasaran.. saya lebih nyaman memakaikan Daffa diapers sekali pakai.. Daffa sebenarnya punya clodi tapi jarang sekali saya pakaikan, bahkan sekarang bisa dibilang sudah tidak pernah dipakai lagi.. hanya satu alasannya, saya malas untuk mencuci ulang clodi tersebut, apalagi kalo pas Daffa pup! bakalan lebih susah nyuci insert'nya -_-! lebih enak pake clodi sekali pake, "pakaikan-penuh-buang".. yaa yaa yaa.. tapi semua itu kan pilihan yaa, hehe.. saya tidak mau ah dihujat para momi yang prefer menggunakan clodi :D

Tapi overall, entah itu clodi atau diapers sekali pakai yang saya pilih, saya yakin barang itu amat sangat membantu para momi dalam keseharian merawat baby.. saya termasuk momi yang tidak mau menyerahkan semua urusan anak ke pengasuh, jadi untuk urusan gonta - ganti diapers, memandikan dan lain sebagainya yang menyangkut anak, saya lebih nyaman melakukannya sendiri (sepanjang saya berada di rumah).. naahh kalo urusan gendong - gendong baru dilakukan oleh pengasuhnya :p

Oke, lanjut ke barang yang kedua, breast pump!!

Pada awal - awal saya melahirkan, saya belum membeli breast pump.. saat masih hamil saya berpikiran "ya kalau setelah melahirkan ASI saya lancar, kalau tidak keluar? apalagi harga breast pump yang saya incar cukup mahal tidak bisa dibilang murah"
dan rupanya itu adalah pemikiran yang salah! -_-!
karena nyatanya pada hari pertama melahirkan, kolostrum saya sudah keluar. Beberapa hari kemudian sampai dengan seminggu sesudah melahirkan adalah saat - saat yang menyiksa buat saya, karena ASI saya lancar jaya sedangkan Daffa masih malas untuk menyusu (Daffa sempat di vonis kuning karena malas menyusu) sehingga produksi di payudara pun berlebih dan akibatnya saya sampai panas dingin demam!!

Saya baru membeli breast pump setelah usia Daffa sekitar tiga minggu.
Dan benar - benar tiga minggu sebelum ada breast pump adalah tiga minggu yang menyiksa karena ASI selalu rembes setiap malam, payudara rasanya nyut - nyutan karena full ASI, beberapa kali demam dan rasa - rasa tidak nyaman yang lain.. dan parahnya adalah saya tidak bisa manual pumping menggunakan tangan! entah teknik saya yang salah atau memang saya tidak berbakat T_T

Saat itu pilihan saya jatuh pada Avent Single Electronic Breast Pump karena setelah googling, breast pump ini bisa dibilang banyak mendapat banyak review baik! :) dan juga, salah satu teman saya juga menggunakan breast pump ini dan so far dia merasa nyaman..

Setelah saya sendiri menggunakan Avent electric breast pump ini, saya bisa katakan bahwa ini memang breast pump yang oke! saya memang belum pernah mencoba memakai breast pump merek lain tetapi sejauh ini breast pump Avent ini amat sangat membantu saya dalam proses perah memerah ASI.. yang jelas, nyaman dan tidak sakit.. pluss apalagi dalam paket pembeliannya juga disertakan "part" manual berupa tuas dan penutup dan juga "part" untuk energi batre!! bagian itu sangat membantu saya jika saya sedang traveling dan tidak memungkinkan untuk menggunakan energi listrik :)
Jadi breast pump ini selain menggunakan energi listrik juga bisa digunakan dengan menggunakan batre tipe AA dan juga manual! benar - benar paket komplit!

Jadi sekarang, breast pump ada dalam salah satu "must have bring" saya setiap hari, selain cooler bag dan ice pack tentunya :p.. entah ke kantor, entah ke rumah teman, entah traveling jarak jauh atau dekat saya sudah tidak bisa lagi dipisahkan dari breast pump saya #eaaa

Bagaimana mom, jadi penemuan apa lagi yang sangat membantu momi untuk berjuang menjadi momi keren? ;)


Traveling Pertama Daffa

18 Desember 2012


Saya cuti.. rencananya saya akan menjemput Daffa untuk diajak ke Jember, stay di Jember :)
Akhirnya setelah 1,5 bulan terpisah jarak, saya bisa membawa Daffa tinggal di Jember bersama saya..

Dan ternyata menyenangkan mengajak Daffa travelling ^^v
Kami berangkat dari rumah Solo jam 2 pagi selagi Daffa masih bobo,, sepanjang jalan tuh Daffa amat sangat enjoy, nggak rewel dan menikmati perjalanan.. yaa karena kesehariannya masih nenen, main dan bobo jadi kemarin pas di jalan juga kayak gitu, hoho...
Nyampe di Madiun tuh kan pagi pas subuh itu,, Daffa saya mandikan di pom bensin selagi ibuk, papa & suami sholat subuh..  setelah tu brangkat lagi, lanjut nenen dan bobo... bangun ngajak maen lagi dan nenen trus bobo.. asik lahh... sekitar jam 9 pagi berhenti di Jombang (sebelum Gempol) untuk sarapan sekaligus makan siang.. lanjut jalan lagi dan Daffa masih tetep enjoy :)
Begitu sampai Probolinggo berhenti lagi di Warung Kencur untuk istirahat,, papa perlu istirahat sejenak.. pesen minum, ngganti pampersnya Daffa dan lanjut jalan lagi... sampai Jember sekitar jam 1 siang.. alhamdulillah..
dan beneran Daffa tuh nggak rewel samasekali ^^v
enjoy banget dan sangat menikmati perjalanannya walopun aku tau dia sangat capek..
begitu sampe rumah njuk dimandiin, nenen dan tidur!! :)
Saya akan berbagi sedikit tips untuk para momi yang akan mengajak babynya traveling, khususnya yang menggunakan kendaraan sendiri (mobil) :)
Pada saat akan memulai perjalanan, kami melihat dulu jam biologis Daffa dan kemudian kami disesuaikan dengan lamanya perjalanan.. Perjalanan Solo - Jember memakan waktu sekitar 11 jam, jadi pada saat kami akan mengajak Daffa untuk perjalanan jauh ini kami memutuskan untuk berangkat jam 2 pagi dengan asumsi pada jam sekian Daffa masih nyenyak tidur..
Pada saat subuh dan kami sampai di Madiun, kami sempatkan untuk memandikan Daffa agar dia merasa segar.. selanjutnya sepanjang perjalanan memang terbukti Daffa tidak rewel sama sekali..
Dan kami sampai di Jember sekitar jam 1 siang, jam aman mengingat di jam - jam segitu Daffa masih asik main.. jam main Daffa biasanya berakhir saat maghrib, jadi kami rasa memang cukup penting untuk menyesuaikan jam biologis baby dengan waktu tempuh perjalanan kita agar kita senang, babypun riang! hohoho... ^^v