Kamis, 30 Januari 2014

Working trip lintas negara sambil tetap memerah ASI? Bisa..!!

Saya mempunyai pengalaman tidak mengenakkan di bandara Juanda mengenai ASIP. Selama ini kalau dinas luar, saya tidak pernah lupa membawa cooler bag atau cooler box yang didalamnya saya beri ice gel untuk menyimpan ASIP selama saya dinas. Radith sampai saat ini masih menyusu dan saya juga tidak mau menyia-nyiakan ASIP saya sewaktu dinas sehingga sebisa mungkin saya tetap memerah ASI dimanapun dan kapanpun.

Selama ini saya tidak pernah bermasalah dengan maskapai mana pun saat saya membawa perlengkapan ASIP di kabin pesawat. Untuk penerbangan dalam negeri memang aturan mengenai barang - barang yang boleh dibawa ke kabin pesawat bisa lebih longgar. Misalnya, kita masih bisa membawa minuman dalam botol dan dalam kasus saya, saya bisa membawa cooler bag yang berisi ice gel dan ASIP.

Naahh,, waktu itu saya mau ke Kuala Lumpur selama empat hari, sehingga semua perlengkapan perang pun saya persiapkan termasuk perlengkapan untuk memerah dan menyimpan ASIP.

Pada saat pemeriksaan di check point, saya dihentikan oleh petugas bandara dan kemudian terjadilah eyel - eyelan antara saya dan petugas bandara. Mereka menanyakan apa isi cooler bag saya dan kemudian ketika saya jawab kalau isinya adalah ice gel dan ASIP, mereka sepakat mengatakan bahwa saya tidak bisa membawa barang tersebut ke kabin pesawat -_-!!

Saya ngeyel dong, karena sejauh yang saya pahami ada aturan mengenai hal ini bahwa penumpang (ibu menyusui) diijinkan membawa ASIP ke dalam kabin pesawat (Perdirjenhub 43/2007; pasal 3 ayat 1 & 2). Waktu itu mereka beralasan bahwa segala jenis aerosol, gel dan cairan tidak diijinkan dibawa masuk ke dalam kabin dan kalau membawa pun maka volumenya tidak boleh lebih dari 100 ml. Ah, saya juga ngerti aturan itu, tapi bukankah kalo ASIP dan icegel itu pengecualian..??? saya bilang aja "kalau ice gel'nya cuma 100 ml mana bisa mendinginkan ASIP?" dan berbagai eyelan tingkat dewa lainnya :D helloooooww..... #RollingEyes

Sampai-sampai mereka mengundang pihak maskapai dan parahnya adalah pihak maskapai pun juga tidak memahami aturan ini.. katanya "kalau membawa gel dan benda cair seperti ini di penerbangan nasional memang tidak masalah, tapi karena ini penerbangan internasional tidak diijinkan karena aturannya lebih ketat" Huh, alasan macam apa itu? ah, Indonesia -_-!

Mungkin karena saya lebih ngeyel, akhirnya mereka pun mengijinkan saya membawa cooler bag beserta ice gel dan ASIP ke dalam kabin pesawat.. byuuhhh...

Dan ternyata sesuai perkiraan... Saat di Kuala Lumpur, pihak bandara KLIA tidak mempermasalahkan waktu saya membawa - bawa ASIP. Di setiap check point, saya cukup mengatakan bahwa saya membawa "breastmilk atau susu dada" maka cooler bag beserta ASIP pun bisa masuk kabin dengan wajarnya. 

Sampai senior saya mengatakan ini "petugas di Indonesia itu kuper, mbak.. Suka menyamaratakan sesuatu. Ada aturan tidak boleh bawa gel ya semua gel tidak boleh masuk walaupun itu ice gel" haha.. miris bener.. Ah, semoga saja mereka membaca ulang regulasi penerbangan sehingga bisa lebih memahami aturan - aturan dalam penerbangan dan bisa lebih benar menginformasikan ke penumpang, mana yang boleh dan tidak boleh dibawa ke dalam kabin pesawat... semoga :)

Rabu, 29 Januari 2014

Flu Singapura

Barusan saya membawa Radith ke rumah sakit dekat rumah untuk periksa kondisinya. Tiga hari yang lalu badannya tiba - tiba demam dan panas tinggi, waktu itu saya pikir hanya demam biasa sehingga langsung saya beri paracetamol untuk menurunkan demamnya. Setelah minum paracetamol sih kondisinya langsung membaik hanya saja hari berikutnya kok muncul bercak merah.. awalnya gejala bercaknya seperti alergi dan sayapun mengira karena alergi karena Radith sebelumnya mengkonsumsi sup ayam potong (saya pikir alergi ayam potong) sehingga saya mengoleskan Caladine lotion (Calamine) pada bercak - bercaknya tersebut. Bercaknya tuh seperti cacar air (benjol - benjol dan ada airnya) tetapi hanya di bagian kaki, tangan dan sekitar mulur sedangkan di bagian perut dan punggung bersih sama sekali. Walopun sakit seperti itu, Sejauh ini Radith masih cerah ceria, masih lari - larian kesana kemari, masih main bola, hanya kalo pas tidur malam tu suka nggak nyenyak.. 

Walo sepertinya kondisi Radith baik - baik aja, tapi pada hari ketiga atau hari ini kami putuskan untuk tetap membawa Radith ke dokternya untuk mengetahui diagnosis penyakitnya agar lebih tepat. Dan ternyata setelah diperiksa, hasilnya bukan cacar air seperti yang saya perkirakan tetapi Radith terkena flu Singapura -_-! Gejalanya demam kemudian disertai bercak - bercak merah seperti cacar air tetapi hanya di bagian kaki, tangan dan sekitar mulut.

Menurut dokter yang memeriksa Radith, penyakit flu Singapura ini disebabkan oleh virus dan bisa muncul karena daya tahan tubuh menurun. Kemudian beliau juga menambahkan bahwa penyakit ini belum ada obatnya tetapi nanti akan sembuh dengan sendirinya. Untuk pencegahan infeksi sekunder, kami diresepkan antibiotik, vitamin dan salep untuk obat oles pada bercaknya. Selain itu, selama proses penyembuhan dokter menyarankan agar Radith dimandikan dengan air sirih.. Pak Dokter juga bilang gini, searching aja mengenai flu Singapura di internet Bu, ealaaahhh :D :D :D

Setelah googling sana sini akhirnya saya lebih paham mengenai flu Singapura. Penyakit ini dikenal dengan nama flu Singapura atau HMFD (Hand, Mouth and Foot Disease) yang mengacu pada kemunculan bercak pada ketiga area tersebut. Penyakit ini disebabkan oleh virus RNA yang termasuk dalam famili Piconaviridae dan genus Enterovirus (nonpolio). Genus yang lain adalah Rhinovirus, Cardiovirus dan Apthovirus. Saya kurang tau genus yang mana yang menyerang Radith kali ini. Penyakit ini sering menyerang pada anak usia 1 - 4 tahun. Orang dewasa biasanya kebal dengan virus Enterovirus ini. Penularannya sama seperti penyakit flu lainnya yaitu melalui udara. Menurut informasi sih, penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya setelah 7 - 10 hari dengan catatan daya tahan tubuh anak dalam kondisi prima. Penyakit ini perlu diwaspadai jika muncul gejala - gejala seperti nafsu makan menurun, kejang - kejang, demam tinggi yang tidak kunjung turun, denyut nadi cepat, diare, sesak napas, dehidrasi berat.

Sejauh ini Radith tidak menunjukkan gejala tersebut dan semoga tidak... Cepat sembuh ya Nak :)