Senin, 27 Mei 2013

Milestone Daffa 8m3w

Milestone Radithya Daffa 8m3w:
  • sudah lancar merangkak
  • sudah lancar duduk
  • sudah lancar guling - guling
  • sudah bisa tepuk tangan sendiri, bahkan jika diminta untuk tepuk tangan juga sudah paham
  • sudah bisa protes kalo keinginannya tidak dituruti
  • sudah mulai berdiri sendiri (rambatan)
  • so far; grafik perkembangannya mengikuti kurva normal (loh!)
Menu makan:
  • sudah makan protein (hewani maupun nabati), resultnya makan makin lahap dan tidak ada tanda - tanda alergi
    • macam protein yang disajikan: ikan tenggiri, hati sapi, hati ayam, daging ayam, tahu, tempe
  • menu paling disukai adalah puree pepaya
  • menu yang paling tidak disukai adalah puree kacang polong
  • sampai saat ini belum menolak kombinasi menu apapun
  • untuk menu yang tidak disukai (puree kacang polong), biasanya dikombinasikan dengan protein hewani agar makannya lahap!

Selasa, 07 Mei 2013

MPASI Radithya Daffa 7 Bulan


Saatnya sharing MPASI apa yang sudah saya sajikan untuk Daffa saat usia 7 bulan kemarin :)
Secara garis besar sih menunya masih berkutat di bubur susu dan puree buah/sayur, hanya saja saya makin berani mengkombinasi macam-macam puree dan bubur gasol itu.. Oya, fyi saya menggunakan tepung gasol organik yang saya peroleh di baby store dekat rumah..

Tepung gasol yang saya gunakan untuk MPASI usia 7 bulan ini antara lain:
  • BBM : Bubursusu Beras Merah (gasol)
  • BBC   : Bubursusu Beras Cokelat (gasol)
  • BKH  : Bubursusu Kacang Hijau (gasol)
  • BTU  : Bubursusu Tepung Ubi (gasol)
  • BTJ    : Bubursusu Tepung Jagung (gasol)
  • BMW: Bubursusu Merah Wangi (gasol)


Pemilihan tepung gasol ini suka - suka saja, tergantung selera mommies karena macamnya memang ada banyak.. saat Daffa mulai MPASI usia 6 bulan, saya membeli sebanyak 6 macam tepung gasol seperti tercantum di atas dan ternyata jumlah tersebut amat sangat cukup digunakan untuk keperluan MPASI Daffa  pada usia 6 bulan, 7 bulan dan 8 bulan, horraaaiii irit ^^v
Sedangkan bahan untuk puree buah dan sayur yang saya gunakan antara lain:
  • Brokoli
  • Apel
  • Kabocha
  • Lobak
  • Terong
  • Pepaya
  • Tomat (dibuat saus tomat)*
  • Kacang polong
  • Melon
  • Kentang
  • Kembang kol
  • Jagung manis
  • Seledri (sebagai penyedap, langsung dicampurkan dan tidak dibuat puree)
Note:
   *membuat saus tomat yang so simple :)
  • Tomat dikukus sampai empuk (kulitnya pecah)
  • Kupas kulitnya
  • Haluskan dan saring
  • Simpan dalam botol kaca dan siap digunakan sewaktu-waktu
Saya juga sudah mulai mengenalkan Daffa pada sumber protein nabati/hewani terutama di minggu-minggu terakhir dan sama sekali tidak menyangka kalau nafsu makannya semakin bertambah!! Selain dalam bentuk kaldu, saya juga menyajikan dalam bentuk aslinya dengan cara dihaluskan terlebih dahulu^^

Sumber protein yang saya kenalkan antara lain:
  • Hati ayam kampung
  • Telur ayam kampung (bagian kuningnya)
  • Kaldu ayam kampung
  • Kaldu ikan tenggiri + ikannya
  • Tahu
Di minggu-minggu terakhir (saat mulai masuk usia 8 bulan), saya mulai mengenalkan Daffa dengan Nasi Tim Saring dan hasilnya benar-benar membuat saya excited karena Daffa doyan!

Yep, demikian mommies semoga bermanfaat :)



Senin, 22 April 2013

Perlengkapan Perang untuk Ibu Bekerja yang Masih Menyusui

Perlengkapan perang saya lumayan banyak, hehe..
Oke mari kita mulai dari rumah dan kemudian lanjut ke perlengkapan menuju kantor^^

Freezer
Saya tidak menggunakan freezer khusus tetapi menggunakan lemari es dua pintu yang bagian atasnya memang berfungsi sebagai freezer. Saya tidak perlu pusing - pusing kalau stok ASIP saya luber dan freezer di rumah tidak muat karena di kantor ada tiga freezer macam begini yang bisa dengan leluasa saya pergunakan untuk menyimpan ASIP sendiri tak ada lawan! dan kalau masih kurang juga, masih banyak freezer di ruangan lain yang bisa saya pergunakan, hwehwe.. :D

Cooler Bag
Cooler bag yang saya pergunakan adalah merek Igloo yang berbentuk tote.. saya membeli secara online. Item ini sangat fungsional, kemana-mana pasti saya bawa sampai rekan kerja saya sudah hapal dengan bawaan saya yang satu ini.. cocok untuk membawa ASIP dalam jarak dekat.. Item ini saya pergunakan  secara harian untuk perjalanan pulang pergi rumah-kantor yang berjarak sekitar 30 menit. Selain itu, jika saya dinas keluar kota, biasanya juga tetap saya bawa untuk menyimpan ASIP di siang hari (baru malamnya disimpan di hotel).

Cooler Box
Cooler box yang saya punya berukuran 12 liter, hoho.. cukup untuk stok ASIP selama satu minggu.. biasanya saya pergunakan jika saya dinas keluar kota dalam waktu lebih dari 3 hari (bukan untuk penggunaan harian). Kelebihan cooler box ini adalah lebih tahan lama dalam menyimpan ASIP (dinginnya lebih awet), kapasitas lebih besar hanya makan tempat lebih banyak.. tapi kalau saya keluar kota, satu item ini adalah barang yang tidak boleh ketinggalan..

Ice Gel/Blue Ice
Ice gel yang saya gunakan ada yang sebagian membeli secara online, ada juga yang merupakan pemberian dari teman, hoho.. saya punya 4 blue ice dan 2 ice gel.. saya pergunakan ice gel/blue ice ini sesuai keperluan.. maksudnya tergantung dari seberapa lama saya akan menyimpan ASIP dalam cooler bag/cooler box. Kalau di cooler bag, biasanya cukup 1 saja karena hanya perlu sekitar maksimal 12 jam simpan, tapi jika di cooler box biasanya saya pergunakan 4 blue ice agar bisa tahan beku sampai 24 jam.

Wadah ASIP 
Saya menggunakan botol ex-UC 1000 dan kantong ASIP.. khusus untuk botol ex-UC-1000, saya tidak membeli botol kosong tetapi rajin membeli UC-1000 yang rasa orange.. setelah saya konsumsi, botolnya saya steril dan pergunakan sebagai botol ASIP, hoho... lebih sehat lebih hemat^^!
untuk kantong ASIP, saya memakai merek Natur.. beli di baby store dekat kantor..
Penggunaan botol dan kantong? botol saya pergunakan sehari-hari untuk penyimpanan ASIP saat bekerja di kantor, sedangkan kantong ASIP saya pergunakan jika saya dinas keluar kota karena lebih ringkas dan tidak makan tempat di cooler box.

Breast Pump
Breast pump andalan saya adalah Avent Single Electronic yang sampai sekarang masih berfungsi dengan baik :) breast pump ini cocok untuk mommies bekerja yang juga sering dinas keluar kota macam saya karena selain adaptor listrik juga dilengkapi tuas manual dan tenaga batre.. jadi tidak perlu repot saat tidak ada tenaga listrik, hoho

Tempat memerah?
Jujur saya merasa bersyukur sekali untuk hal satu ini, karena di kantor tersedia satu ruangan yang bisa saya pergunakan kapan saja jika sudah tiba waktunya untuk memerah :)
Selain itu, di ruangan tersebut juga terdapat dua lemari es sehingga setelah selesai memerah, saya bisa langsung menyimpan ASIP saya di freezer, hoho...

Demikian mommies, semoga bermanfaat :)

MPASI Radithya Daffa 6 bulan


Senin, 18 Februari 2013

Memerah ASI sambil traveling lintas propinsi

Beberapa hari yang lalu saya ada acara gathering kantor ke Semarang selama empat hari. Acara gathering ini diikuti oleh sekitar 300 orang karyawan, wew! jumlah yang cukup banyak!! total ada sembilan bus pariwisata plus mobil - mobil kecil untuk panitia. Saya termasuk panitia tetapi memilih untuk naik bus biar bisa rame - rame dengan yang lain :p

Oke lanjut, jadi saya tetap niat untuk memerah ASI dan menyimpannya untuk Radith. Bukan persoalan yang simpel karena gathering ini perjalanannya cukup panjang; Jember - Semarang yang memakan waktu 18 jam karena kami berangkat secara rombongan (normalnya 12 jam), plus selama di Semarang kami juga muter - muter berwisata keliling Semarang dan sekitarnya seharian selama beberapa hari yang berarti saya tidak memiliki privasi atau waktu khusus untuk pumping!!

Tapi saya sudah menyiapkan perlengkapan perang!!
*Cooler box kapasitas 12 liter plus 4 Blue Ice, saya gunakan untuk menyimpan ASIP selama di perjalanan Jember - Semarang, cukup dingin dan ASIP tetap awet selama 18 jam.
*Cooler bag plus 1 Blue Ice untuk ditenteng kemana-mana :p, penting untuk perjalanan jarak pendek keliling Semarang:)
*Breastpump Avent Philips kesayangan ^^v saya membawa semua kelengkapannya. Jika biasanya saya hanya membawa adaptor elektriknya maka kali ini saya juga bawa tuas manualnya dan power batre'nya dan benar-benar bekerja dengan baik!! saya tidak perlu bingung mencari sumber listrik (ingat saya naik bus!). Saya memilih menggunakan power batre, kalo pake manual capek bok! tangan bisa kesemutan :p :p
*Botol-botol ukuran 100ml sejumlah 5 buah (sesuai kapasitas pumping saya di siang hari), saya menggunakan botol kaca ex UC 1000.
*Kantong ASIP dari plastik kapasitas 150ml, untuk menyimpan ASIP beku :)
*Pashmina, berfungsi sebagai apron.
*Air mineral, untuk mencuci breastpump yang sudah dipakai.

Jadi begini cara saya memerah dan menyimpan ASIP untuk oleh - oleh Radith ^^
Karena naik bus, maka saya pumping di dalam bus dan ternyata sama sekali tidak merepotkan. Jujur ini adalah kali pertama saya pumping di public area :D tapi syukurlah rekan - rekan saya bisa memahami, hoho.. Saat waktunya pumping, saya tinggal memakai pashmina untuk menutupi area dada (saya tidak menggunakan apron) kemudian menginstal breastpump. Selama perjalanan, adaptor elektrik saya masukkan bagasi dulu. Sebagai gantinya saya menggunakan energi batre dan syukurlah sangat membantu. Begitu ASIP terkumpul, langsung saya tuang ke dalam botol ASIP dan simpan di cooler box.

Setibanya di hotel malam harinya, ASIP - ASIP hasil perahan tersebut saya simpan di kulkas yang sudah tersedia di kamar. Sebelumnya saya menduga di kamar tersebut akan tersedia juga freezer mini tetapi ternyata tidak ada, padahal saya memerlukan freezer tersebut untuk membekukan Ice Gel dan ASIP saya.

Akhirnya saat breakfast keesokan harinya, saya turun ke resto hotel dan menitipkan Ice Gel dan ASIP hasil perahan. Saya merasa terkesan dengan pelayanan hotel tempat saya menginap. Saya menginap di Hotel Gumaya Tower, okelah memang hotelnya bintang lima tapi memang saya terkesan dengan para stafnya yang  ramah dan sangat membantu saya menyimpan ASIP-ASIP.

Jadiii rutinitas saya selama beberapa hari menginap di Gumaya Tower adalah: malam hari menitipkan ASIP plus Ice Gel; saat breakfast kembali menitipkan ASIP dan mengambil Ice Gel untuk diletakkan di cooler bag dan menyimpan ASIP selama keliling Semarang; malam kembali menitipkan ASIP dan menitipkan Ice Gel; breakfast menitipkan ASIP plus mengambil Ice Gel lagi dan begitu seterusnya sampai saya cek out dan mengumpulkan semua hasil perahan ASIP untuk kemudian saya letakkan di cooler box :D :D

Dan ASIP untuk Radith telah lolos uji karena sepanjang jalan pulang Semarang - Jember selama 18 jam masih tetap beku! (asli seneng) :)

Kali ini saya beneran keukeuh untuk menyimpan ASIP karena beberapa waktu lalu saat acara gathering untuk staf selama beberapa hari di Jakarta saya membuang ASIP dan merasa sangat bersalah :( padahal saat itu kami menyewa gerbong KA senja utama yang notabene terdapat colokan listriknya, menginap di hotel dekat Istiqlal yang bahkan di dalam kamarnya terdapat freezer mini, hanya satu kesalahan saya saat itu, saya tidak membawa cooler box T_T

Karena saya tidak mau mengulangi hal yang sama kedua kalinya (membuang ASIP selama traveling beberapa hari nonstop), maka saya memilih berepot - repot membawa koper, tas tenteng, cooler bag plus cooler box macam penjual es lilin :D :D

But that's worth it moms..!! ^^v


Jumat, 01 Februari 2013

29

Hari ini saya genap 29 tahun..
Jika ditanya apa kado terindah saya, maka saya akan mantap menjawab: Daffa dan Ayahnya :)


Kamis, 31 Januari 2013

Pengasuh ooh Pengasuh

Sebagai momi bekerja, saya sangat membutuhkan pengasuh untuk Daffa.. saya tekankan sangat sangat sangat..!! kenapa?? bukannya saya manja atau tidak mau repot, tapi lebih karena: saya-seorang-ibu-bekerja-menjalani-pernikahan-jarak-jauh-tidak-punya-sanak-saudara-di-Jember.

Pfyuuhh... sepertinya alasan saya sudah cukup jelas ya, hehe ;)

Dan mencari pengasuh yang klop di hati ternyata memang bukan perkara yang mudah. Sungguh! saya sudah mengalaminya.. ibaratnya; mencari pengasuh yang klop jauh lebih sulit daripada mencari jodoh #mulaiLebay :p

Oke, lika - liku mencari pengasuh untuk Daffa dimulai sejak Daffa belum dilahirkan. Saya melahirkan Daffa di Solo dan menghabiskan cuti melahirkan di sana, tepatnya selama dua bulan setelah melahirkan.. Sampai cuti saya habis pun saya belum juga menemukan pengasuh untuk Daffa. Dengan berat hati, akhirnya Daffa saya titipkan di Uti'nya sampai saya mendapatkan pengasuh untuknya.

Daffa di Solo sampai berusia 3,5 bulan atau sekitar 1,5 bulan berpisah jarak dan selama itu pula saya setiap minggu pulang ke Solo sambil membawa ASIP. Perjuangan yang saya anggap waktu itu cukup menantang! :D Baru kemudian saya sadari bahwa mencari pengasuh yang tepat untuk Daffa jauh lebih menantang!! :p :p

Pengasuh part #1
Saya mendapatkan pengasuh Daffa berdasarkan info dari tetangga yang dulu menggunakan jasanya untuk merawat kedua anaknya. Setelah melalui proses pikir - pikir yang panjang akhirnya saya menerima pengasuh tersebut.  Saya datangi ke rumahnya dan menjelaskan semua yang harus dilakukan. Pengasuh ini tinggalnya dekat dengan kompleks saya, jadi dia tidak menginap melainkan datang pagi pulang sore.
Pengasuh ini bertahan selama dua minggu, setelah itu saya berhenti menggunakan jasanya. Sepertinya waktu yang cukup singkat ya, tapi terus terang saya tidak sreg dengan caranya mengasuh Daffa. Kenapa? Karena  saat saya bekerja, Daffa terus menerus diberi ASIP agar tidak menangis, jadi berapapun saya menyiapkan ASIP selalu saja habis tak bersisa sore harinya padahal saya tahu Daffa tidak minum sebanyak itu, saya memang selalu memberikan semacam spare untuk berjaga - jaga. Akibatnya, Daffa sering gumoh dan muntah - muntah karena kebanyakan ASI -_-!
Alasan yang lain? masa cuma satu alasan? ah rasanya terlalu banyak dan tidak etis untuk di ungkap di sini, hehehe :D :D

(dua calon) Pengasuh part #2
Kenapa saya menyebut calon, karena kedua calon pengasuh ini tidak jadi mengasuh Daffa padahal sudah menyanggupi untuk bekerja mengasuh Daffa.. 
Calon pengasuh yang pertama tidak jadi datang karena alasan klasik,, ternyata kami tertipu, hahaii.. jadi ceritanya kami dicarikan oleh pembantu sebelah rumah yang menyatakan bahwa ada tetangganya yang mencari pekerjaan dan ingin bekerja sebagai pengasuh Daffa. Setelah bla bla bla, akhirnya kami datangi ke rumahnya yang terpencil sekaligus mengantarkan pulang si pembantu sebelah rumah yang katanya mau liburan.. Ternyata sampai pada hari yang dijanjikan kok ya tidak kunjung datang.. Parahnya, pembantu sebelah rumah juga tidak balik dan malah membawa kabur uang majikannya #ealaahh..
Calon pengasuh kedua; dicarikan oleh atasan saya. Sudah bertemu, sudah deal dan ternyata juga tidak datang pada hari yang dijanjikan tanpa alasan. :p


Pengasuh part#3
Sebenarnya untuk dikatakan sebagai pengasuh rasanya kurang tepat, karena pada kenyataannya Daffa saya titipkan di tempat penitipan bayi. Walopun saya cukup telat untuk mengetahuinya tapi saya merasa cukup beruntung ada fasilitas seperti ini di Jember. Jadi sebelum menemukan pengasuh, sementara Daffa saya titipkan di sini.
Nama tempatnya Margi Rahayu dan ironisnya adalah di klinik ini pulalah saya dulunya selalu bikin appointment dengan dr. Endang untuk cek kehamilan setiap bulannya. #ealaahh #telat
Jujur saya merasa tenang menitipkan Daffa di sini, semuanya terjamin, pengasuhnya profesional, Daffa pun sepertinya juga enjoy.
Hanya saja......
Ada beberapa kerepotan yang mengganggu seperti:
  • Saya harus bangun pagi - pagi buta untuk menyiapkan semua keperluan Daffa dan keperluan saya sendiri.. yang merepotkan adalah kalau Daffa pas tidak mau ditinggal dan pengen ditemani main - main, jadi kadang saat mandi pun saya tidak menutup pintu kamar mandi agar Daffa tidak merasa ditinggal #ups :p..
  • Saya bisa dipastikan selalu telat datang ke kantor karena tempat penitipan Daffa dan kantor saya beda arah! dan faktanya adalah tempat penitipan ini baru buka jam 8 pagi sedangkan kantor saya sudah beroperasi jam 7 pagi. Tapi syukurlah atasan saya mengerti dan Alhamdulillah juga jam kantor saya cukup fleksibel :)
  • Kalau pada saat mengantar atau menjemput Daffa kemudian turun hujan juga mumet! apalagi kalau pas telpon taksi dan semua armada full..!
  • Pada saat salah satu bayi sakit flu maka bisa dipastikan akan menular ke bayi yang lain, termasuk Daffa juga ketularan -_-!
  • Dan, mengasuh Daffa selama weekend itu ternyata melelahkan, jendral! :D Tadinya saya semangat 45 mengasuh Daffa hari Sabtu dan Minggu, sendirian... Penitipan tersebut libur di hari libur (tanggal merah) tetapi sebenarnya masih tetap buka di hari Sabtu, tapi saat itu saya berniat menghabiskan quality time with Daffa..  dan ternyata saya malah tidak bisa bergerak! tidak bisa belanja, tidak bisa beberes rumah, tidak bisa ngapa-ngapain selain bermain dengan Daffa dan akhirnya di minggu pertama saya tumbang!  maag saya kambuh dan saya ijin sakit hari Senin esoknya :D :D akhirnya sebagai win - win solution setiap hari Sabtu saya tetap menitipkan Daffa agar bisa bergerak lebih leluasa :p
  • Dan jujur.... saya merasa exhausted... Karena benar - benar melakukan semuanya sendirian,, di satu sisi saya bekerja full time dari pagi sampai sore (bahkan kadang saya melanjutkan bekerja di malam hari jika deadline sudah di depan mata), setelah sampai rumah langsung berubah wujud menjadi ibu rumah tangga dengan segala pekerjaan rumah.. Saya merasa keteteran dan blingsatan mencari sandaran :D :D
Akhirnya saya menyerah....
Saya bertahan selama tiga minggu dalam proses titip menitip Daffa.. memang, saya merasa lebih secure tapi rupanya hal tersebut tidak cocok diterapkan untuk momi macam saya, -yang juga bekerja-sekaligus mengasuh anak-sendiri di rantau-jarak jauh dengan suami- alasan.. selama ini saya lebih seperti "single parent" karena suami berdomisili di kota lain, tepatnya di Semarang jadi tidak bisa ikut berbagi tugas dalam mengasuh Daffa.. Ayah Daffa kebagian bermain dengan Daffa hanya dua minggu sekali dan hari itu benar - benar saya manfaatkan untuk leha - leha :p 

Pengasuh part #4
Pengasuh ini adalah yang sekarang mengasuh Daffa.. syukur Alhamdulillah doa saya di dengar Tuhan :)
Saya memang mencari pengasuh yang All in, prioritas utama memang mengasuh Daffa tetapi juga sekaligus membantu saya mengerjakan pekerjaan domesti rumah tangga dan syukurlah pengasuh yang sekarang ini sigap dan tanggap! Saya tidak perlu memberi tahu macam - macam sudah mengerti apa yang harus dilakukan dan kalaupun diberi tahu juga cepat mengerti. Dia memang tidak menginap melainkan datang pagi pulang sore  karena masih memiliki keluarga tetapi amat sangat membantu saya dalam hal mengasuh Daffa dan membereskan pekerjaan domestik rumah saya yang kacau balau #ups
Nilai plus yang lain adalah dia cukup sayang dengan Daffa, kalau dalam bahasa jawanya "ngemong" :)
Sekarang berdoanya adalah; semoga pengasuh yang sekarang ini betah! ^^

Pfyuh, jadi bagaimana mom? apakah diantara mommies ada yang mengalami seperti saya? atau lempeng - lempeng saja saat mencari pengasuh untuk buah hatinya? bersyukurlah untuk yang tidak perlu mengalami hal ribet macam ini, hoho ^^


Selasa, 29 Januari 2013

Penemuan Terbaik Untuk Mommies (pada kasus saya) ^^

Menurut saya, ada dua penemuan yang amat sangat berguna bagi saya sebagai momi baru. Pertama adalah diapers dan yang kedua adalah breast pump!!
Sungguh, dengan adanya dua barang tersebut saya amat sangat merasa terbantu menjalani hari - hari sebagai momi..

Dengan diapers, saya tidak perlu bolak balik mengganti celana Daffa yang diompoli berkali - kali.. cukup beberapa kali ganti pada saat diapersnya sudah penuh ompol atau pup :)
Di minggu - minggu awal melahirkan, saya hanya menggunakan diapers saat malam saja, sedangkan di siang hari Daffa saya beri popok atau celana kain.. salah satu alasannya adalah agar kulit Daffa bisa bernafas! "masa pake diapers terus", pikir saya saat itu.. lagipula beberapa tetua juga tidak menyarankan untuk menggunakan diapers, katanya sih kasihan Daffa nanti bisa iritasi kulitnya..

Tapi kemudian setelah saya perhatikan beberapa kali, Daffa ini tipe bayi yang gampang risih. Jadi kalo celananya sudah diompoli tuh pasti langsung ribut minta ganti entah saat itu dia sedang menyusu, sedang tidur, sedang main atau beraktivitas lain.. repotnya adalah saat Daffa baru saja bisa tidur setelah beberapa jam terjaga eeh tau - tau setengah jam kemudian ngompol.. sudah! pasti terbangun dan minta ganti celana baru dan nggak bakalan mau melanjutkan tidur lagi, -_-!! padahal durasi tidurnya biasanya sekitar dua jam..

Setelah Daffa saya beri diapers baru kemudian saya menyadari bahwa diapun merasa lebih enjoy, dalam artian sama sekali tidak terganggu dengan pipisnya.. saat dia tidur nyenyak dan kemudian pipis, tetap aja melanjutkan tidurnya.. saat dia menyusu dan kemudian pipis ya tetep aja lanjut menyusu dan tidak protes minta ganti celana karena diapers kan sifatnya yang menyerap dan tetap kering :)
Syukurlah kalau ternyata Daffa enjoy, karena sayapun juga tidak capek ikut enjoy karena tidak harus bolak - balik mengganti celananya yang kotor.

Dan mengenai diapers, terus terang saya tidak menggunakan cloth diapers (clodi) yang sekarang sedang marak di pasaran.. saya lebih nyaman memakaikan Daffa diapers sekali pakai.. Daffa sebenarnya punya clodi tapi jarang sekali saya pakaikan, bahkan sekarang bisa dibilang sudah tidak pernah dipakai lagi.. hanya satu alasannya, saya malas untuk mencuci ulang clodi tersebut, apalagi kalo pas Daffa pup! bakalan lebih susah nyuci insert'nya -_-! lebih enak pake clodi sekali pake, "pakaikan-penuh-buang".. yaa yaa yaa.. tapi semua itu kan pilihan yaa, hehe.. saya tidak mau ah dihujat para momi yang prefer menggunakan clodi :D

Tapi overall, entah itu clodi atau diapers sekali pakai yang saya pilih, saya yakin barang itu amat sangat membantu para momi dalam keseharian merawat baby.. saya termasuk momi yang tidak mau menyerahkan semua urusan anak ke pengasuh, jadi untuk urusan gonta - ganti diapers, memandikan dan lain sebagainya yang menyangkut anak, saya lebih nyaman melakukannya sendiri (sepanjang saya berada di rumah).. naahh kalo urusan gendong - gendong baru dilakukan oleh pengasuhnya :p

Oke, lanjut ke barang yang kedua, breast pump!!

Pada awal - awal saya melahirkan, saya belum membeli breast pump.. saat masih hamil saya berpikiran "ya kalau setelah melahirkan ASI saya lancar, kalau tidak keluar? apalagi harga breast pump yang saya incar cukup mahal tidak bisa dibilang murah"
dan rupanya itu adalah pemikiran yang salah! -_-!
karena nyatanya pada hari pertama melahirkan, kolostrum saya sudah keluar. Beberapa hari kemudian sampai dengan seminggu sesudah melahirkan adalah saat - saat yang menyiksa buat saya, karena ASI saya lancar jaya sedangkan Daffa masih malas untuk menyusu (Daffa sempat di vonis kuning karena malas menyusu) sehingga produksi di payudara pun berlebih dan akibatnya saya sampai panas dingin demam!!

Saya baru membeli breast pump setelah usia Daffa sekitar tiga minggu.
Dan benar - benar tiga minggu sebelum ada breast pump adalah tiga minggu yang menyiksa karena ASI selalu rembes setiap malam, payudara rasanya nyut - nyutan karena full ASI, beberapa kali demam dan rasa - rasa tidak nyaman yang lain.. dan parahnya adalah saya tidak bisa manual pumping menggunakan tangan! entah teknik saya yang salah atau memang saya tidak berbakat T_T

Saat itu pilihan saya jatuh pada Avent Single Electronic Breast Pump karena setelah googling, breast pump ini bisa dibilang banyak mendapat banyak review baik! :) dan juga, salah satu teman saya juga menggunakan breast pump ini dan so far dia merasa nyaman..

Setelah saya sendiri menggunakan Avent electric breast pump ini, saya bisa katakan bahwa ini memang breast pump yang oke! saya memang belum pernah mencoba memakai breast pump merek lain tetapi sejauh ini breast pump Avent ini amat sangat membantu saya dalam proses perah memerah ASI.. yang jelas, nyaman dan tidak sakit.. pluss apalagi dalam paket pembeliannya juga disertakan "part" manual berupa tuas dan penutup dan juga "part" untuk energi batre!! bagian itu sangat membantu saya jika saya sedang traveling dan tidak memungkinkan untuk menggunakan energi listrik :)
Jadi breast pump ini selain menggunakan energi listrik juga bisa digunakan dengan menggunakan batre tipe AA dan juga manual! benar - benar paket komplit!

Jadi sekarang, breast pump ada dalam salah satu "must have bring" saya setiap hari, selain cooler bag dan ice pack tentunya :p.. entah ke kantor, entah ke rumah teman, entah traveling jarak jauh atau dekat saya sudah tidak bisa lagi dipisahkan dari breast pump saya #eaaa

Bagaimana mom, jadi penemuan apa lagi yang sangat membantu momi untuk berjuang menjadi momi keren? ;)


Traveling Pertama Daffa

18 Desember 2012


Saya cuti.. rencananya saya akan menjemput Daffa untuk diajak ke Jember, stay di Jember :)
Akhirnya setelah 1,5 bulan terpisah jarak, saya bisa membawa Daffa tinggal di Jember bersama saya..

Dan ternyata menyenangkan mengajak Daffa travelling ^^v
Kami berangkat dari rumah Solo jam 2 pagi selagi Daffa masih bobo,, sepanjang jalan tuh Daffa amat sangat enjoy, nggak rewel dan menikmati perjalanan.. yaa karena kesehariannya masih nenen, main dan bobo jadi kemarin pas di jalan juga kayak gitu, hoho...
Nyampe di Madiun tuh kan pagi pas subuh itu,, Daffa saya mandikan di pom bensin selagi ibuk, papa & suami sholat subuh..  setelah tu brangkat lagi, lanjut nenen dan bobo... bangun ngajak maen lagi dan nenen trus bobo.. asik lahh... sekitar jam 9 pagi berhenti di Jombang (sebelum Gempol) untuk sarapan sekaligus makan siang.. lanjut jalan lagi dan Daffa masih tetep enjoy :)
Begitu sampai Probolinggo berhenti lagi di Warung Kencur untuk istirahat,, papa perlu istirahat sejenak.. pesen minum, ngganti pampersnya Daffa dan lanjut jalan lagi... sampai Jember sekitar jam 1 siang.. alhamdulillah..
dan beneran Daffa tuh nggak rewel samasekali ^^v
enjoy banget dan sangat menikmati perjalanannya walopun aku tau dia sangat capek..
begitu sampe rumah njuk dimandiin, nenen dan tidur!! :)
Saya akan berbagi sedikit tips untuk para momi yang akan mengajak babynya traveling, khususnya yang menggunakan kendaraan sendiri (mobil) :)
Pada saat akan memulai perjalanan, kami melihat dulu jam biologis Daffa dan kemudian kami disesuaikan dengan lamanya perjalanan.. Perjalanan Solo - Jember memakan waktu sekitar 11 jam, jadi pada saat kami akan mengajak Daffa untuk perjalanan jauh ini kami memutuskan untuk berangkat jam 2 pagi dengan asumsi pada jam sekian Daffa masih nyenyak tidur..
Pada saat subuh dan kami sampai di Madiun, kami sempatkan untuk memandikan Daffa agar dia merasa segar.. selanjutnya sepanjang perjalanan memang terbukti Daffa tidak rewel sama sekali..
Dan kami sampai di Jember sekitar jam 1 siang, jam aman mengingat di jam - jam segitu Daffa masih asik main.. jam main Daffa biasanya berakhir saat maghrib, jadi kami rasa memang cukup penting untuk menyesuaikan jam biologis baby dengan waktu tempuh perjalanan kita agar kita senang, babypun riang! hohoho... ^^v