Beberapa hari yang lalu saya ada acara gathering kantor ke Semarang selama empat hari. Acara gathering ini diikuti oleh sekitar 300 orang karyawan, wew! jumlah yang cukup banyak!! total ada sembilan bus pariwisata plus mobil - mobil kecil untuk panitia. Saya termasuk panitia tetapi memilih untuk naik bus biar bisa rame - rame dengan yang lain :p
Oke lanjut, jadi saya tetap niat untuk memerah ASI dan menyimpannya untuk Radith. Bukan persoalan yang simpel karena gathering ini perjalanannya cukup panjang; Jember - Semarang yang memakan waktu 18 jam karena kami berangkat secara rombongan (normalnya 12 jam), plus selama di Semarang kami juga muter - muter berwisata keliling Semarang dan sekitarnya seharian selama beberapa hari yang berarti saya tidak memiliki privasi atau waktu khusus untuk pumping!!
Tapi saya sudah menyiapkan perlengkapan perang!!
*Cooler box kapasitas 12 liter plus 4 Blue Ice, saya gunakan untuk menyimpan ASIP selama di perjalanan Jember - Semarang, cukup dingin dan ASIP tetap awet selama 18 jam.
*Cooler bag plus 1 Blue Ice untuk ditenteng kemana-mana :p, penting untuk perjalanan jarak pendek keliling Semarang:)
*Breastpump Avent Philips kesayangan ^^v saya membawa semua kelengkapannya. Jika biasanya saya hanya membawa adaptor elektriknya maka kali ini saya juga bawa tuas manualnya dan power batre'nya dan benar-benar bekerja dengan baik!! saya tidak perlu bingung mencari sumber listrik (ingat saya naik bus!). Saya memilih menggunakan power batre, kalo pake manual capek bok! tangan bisa kesemutan :p :p
*Botol-botol ukuran 100ml sejumlah 5 buah (sesuai kapasitas pumping saya di siang hari), saya menggunakan botol kaca ex UC 1000.
*Kantong ASIP dari plastik kapasitas 150ml, untuk menyimpan ASIP beku :)
*Pashmina, berfungsi sebagai apron.
*Air mineral, untuk mencuci breastpump yang sudah dipakai.
Jadi begini cara saya memerah dan menyimpan ASIP untuk oleh - oleh Radith ^^
Karena naik bus, maka saya pumping di dalam bus dan ternyata sama sekali tidak merepotkan. Jujur ini adalah kali pertama saya pumping di public area :D tapi syukurlah rekan - rekan saya bisa memahami, hoho.. Saat waktunya pumping, saya tinggal memakai pashmina untuk menutupi area dada (saya tidak menggunakan apron) kemudian menginstal breastpump. Selama perjalanan, adaptor elektrik saya masukkan bagasi dulu. Sebagai gantinya saya menggunakan energi batre dan syukurlah sangat membantu. Begitu ASIP terkumpul, langsung saya tuang ke dalam botol ASIP dan simpan di cooler box.
Setibanya di hotel malam harinya, ASIP - ASIP hasil perahan tersebut saya simpan di kulkas yang sudah tersedia di kamar. Sebelumnya saya menduga di kamar tersebut akan tersedia juga freezer mini tetapi ternyata tidak ada, padahal saya memerlukan freezer tersebut untuk membekukan Ice Gel dan ASIP saya.
Akhirnya saat breakfast keesokan harinya, saya turun ke resto hotel dan menitipkan Ice Gel dan ASIP hasil perahan. Saya merasa terkesan dengan pelayanan hotel tempat saya menginap. Saya menginap di Hotel Gumaya Tower, okelah memang hotelnya bintang lima tapi memang saya terkesan dengan para stafnya yang ramah dan sangat membantu saya menyimpan ASIP-ASIP.
Jadiii rutinitas saya selama beberapa hari menginap di Gumaya Tower adalah: malam hari menitipkan ASIP plus Ice Gel; saat breakfast kembali menitipkan ASIP dan mengambil Ice Gel untuk diletakkan di cooler bag dan menyimpan ASIP selama keliling Semarang; malam kembali menitipkan ASIP dan menitipkan Ice Gel; breakfast menitipkan ASIP plus mengambil Ice Gel lagi dan begitu seterusnya sampai saya cek out dan mengumpulkan semua hasil perahan ASIP untuk kemudian saya letakkan di cooler box :D :D
Jadiii rutinitas saya selama beberapa hari menginap di Gumaya Tower adalah: malam hari menitipkan ASIP plus Ice Gel; saat breakfast kembali menitipkan ASIP dan mengambil Ice Gel untuk diletakkan di cooler bag dan menyimpan ASIP selama keliling Semarang; malam kembali menitipkan ASIP dan menitipkan Ice Gel; breakfast menitipkan ASIP plus mengambil Ice Gel lagi dan begitu seterusnya sampai saya cek out dan mengumpulkan semua hasil perahan ASIP untuk kemudian saya letakkan di cooler box :D :D
Dan ASIP untuk Radith telah lolos uji karena sepanjang jalan pulang Semarang - Jember selama 18 jam masih tetap beku! (asli seneng) :)
Kali ini saya beneran keukeuh untuk menyimpan ASIP karena beberapa waktu lalu saat acara gathering untuk staf selama beberapa hari di Jakarta saya membuang ASIP dan merasa sangat bersalah :( padahal saat itu kami menyewa gerbong KA senja utama yang notabene terdapat colokan listriknya, menginap di hotel dekat Istiqlal yang bahkan di dalam kamarnya terdapat freezer mini, hanya satu kesalahan saya saat itu, saya tidak membawa cooler box T_T
Karena saya tidak mau mengulangi hal yang sama kedua kalinya (membuang ASIP selama traveling beberapa hari nonstop), maka saya memilih berepot - repot membawa koper, tas tenteng, cooler bag plus cooler box macam penjual es lilin :D :D
But that's worth it moms..!! ^^v
Tidak ada komentar:
Posting Komentar